Sejarah Berdirinya HKBP, Nama dan Hari Jadi HKBP

Tanggal 7 Oktober adalah hari lahir atau tanggal resmi berdirinya gereja HKBP. Hari lahirnya HKBP ini menjadi momentum atau tonggak sejarah bagi kehidupan orang Batak.

Asal Usul nama HKBP

H : Wilhelm Carl Heine

K : Johann Carl Klammer

B : Friedrich Wilhelm Gottlieb Betz

P : Gerrit Van Asselt.

Pada tahun 1840, seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman, Franz Wilhelm Junghuhn melakukan perjalanan ke daerah Batak dan kemudian menerbitkan karangan tentang suku Batak. Dalam buku tersebut Junghuhn menasihatkan pemerintah kolonial untuk membuka zending Kristen guna membendung pengaruh Islam di bagian utara Pulau Sumatera. Karangan tersebut sampai ke tangan tokoh-tokoh Lembaga Alkitab Nederlandsche Bijbelgenootschap di Belanda, hingga mereka mengirim seorang ahli bahasa bernama H. Neubronner van der Tuuk untuk meneliti bahasa Batak dan untuk menerjemahkan Alkitab. Van der Tuuk adalah orang Barat pertama yang melakukan penelitian ilmiah tentang bahasa Batak, Lampung, Kawi, Bali. Ia juga orang Eropa pertama yang menatap Danau Toba dan bertemu dengan Si Singamangaraja. Ia merasa senang berkomunikasi dan menyambut orang Batak di rumahnya.

Van der Tuuk memberi saran supaya lembaga zending mengutus para penginjil ke Tapanuli, langsung ke daerah pedalamannya. Tahun 1857, pekabar Injil G. Van Asselt, utusan dari jemaat kecil di Ermelo, Belanda, melakukan pelayanan di Tapanuli Selatan. Ia menembus beberapa pemuda dan memberi mereka pengajaran Kristiani. Pada 31 Maret 1861, dua orang Batak pertama dibaptis, yaitu: Jakobus Tampubolon dan Simon Siregar.

Mengingat kondisi Kalimantan yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk meneruskan pelayanan penginjilan, maka Tuhan menggerakkan hati dan pikiran Dr Friedrich Fabri untuk memutar haluan ke tanah Batak. Lalu RMG mengutus dua orang pekabar Injil ke tanah Batak, yakni Johann Carl Klammer dan Wilhelm Carl Heine

 

Sebelumnya pekabar Injil dari Belanda telah ada melayani di tanah Batak. Lalu Heine dan Klammer menemui mereka di sana, yakni van Asselt dan Betz. Mereka bertemu pada tanggal 7 Oktober 1861 di Parausorat .

Pada rapat itu, mereka menyepakati bersama tempat atau daerah yang akan mereka layani. Mereka tidak ingin bekerja dan melayani secara terpisah. Mereka bertekad melayani dengan bersatu padu serta terpadu. Untuk selanjutnya mereka mengadakan rapat tahunan, untuk membicarakan segala sesuatu yang berkaitan dengan usaha dan upaya pekabaran Injil di tanah Batak. Dengan adanya rapat atau konperensi tahunan itu, para pekabar Injil telah mempunyai satu tonggak yang kuat sekaligus sebagai tumpuan mereka dalam melayani di Tanah Batak.

 

Pertemuan dan kesepakatan di Parausorat itu, merupakan pertemuan yang amat bersejarah. Bersejarah, karena dengan pertemuan itu pekabaran Injil dilakukan secara terorganisir di tanah Batak. Strategi, kesepakan dan pembagian tugas ini menjadikan Injil menyebar dengan cepat. Buktinya, Klammer mendirikan jemaat Sipirok dan Betz mendirikan jemaat Bungabondar, keduanya pada tahun 1861 itu. Dan pada tahun 1862, van Asselt mendirikan jemaat di Sarulla, sementara Heine mendirikan jemaat Sigompulon.

Pertemuan dan kesepatakan ke-empat pekabar Injil itulah yang kemudian dijadikan sebagai tanggal lahir HKBP.

 

Tanggal 7 Oktober ini, kemudian pada Konferensi Pekabar Injil tahun 1905, disepakati oleh peserta dengan menjadikannya sebagai hari jadi atau tanggal lahir HKBP. Tanggal ini dipilih berdasarkan hari pertemuan kesepakatan dan pembagian tugas penginjilan ke empat penginjil, yakni: Heine, Klammer, Betz dan van Asselt yang bertempat di Parausorat, dekat Sipirok. Nama lengkap mereka adalah: Wilhelm Carl Heine, Johann Carl Klammer, Friedrich Wilhelm Gottlieb Betz dan Gerrit van Asselt.

Kita tahu, huruf v dalam ‘surat Batak’ tidak ada. Kemudian, kalau nenek-moyang kita mengatakan huruf ‘v’, agaknya capek, dan sedikit kurang sopan, karena harus sedikit menjulurkan bibir ke depan (coba saja). Maka nenek moyang kita menyederhanakannya dengan menyebut huruf ‘v’ menjadi ‘p’. Maka, menyebut van Asselt lebih gampang dan lebih pas dengan melafalnya menjadi ‘Pan Asselt’.

Diputuskan juga pada saat konferensi Pekabar Injil itu, bahwa pada setiap tanggal 7 Oktober itulah HKBP merayakan jubileumnya.

Selamat Hari Jadi HKBP yang ke-154

dikutip dari berbagai sumber

admin : YNS